Bab Mendidik Anak dalam Kitab Ihya Ulumuddin Jilid 3 Materi 1-5

*Materi pertama*

بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillah Walhamdulillah Wassholatu 'ala rosulillah.

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
 سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

*Kitab Ihya Ulumuddin* Jilid 3 halm 72 bab *mendidik anak*

ﺑﻴﺎﻥ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻲ ﺭﻳﺎﺿﺔ اﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﻧﺸﻮﻫﻢ ﻭﻭﺟﻪ ﺗﺄﺩﻳﺒﻬﻢ ﻭﺗﺤﺴﻴﻦ ﺃﺧﻼﻗﻬﻢ اﻋﻠﻢ ﺃﻥ اﻟﻄﺮﻳﻖ ﻓﻲ ﺭﻳﺎﺿﺔ اﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻢ اﻷﻣﻮﺭ ﻭﺃﻭﻛﺪﻫﺎ ﻭاﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﺃﻣﺎﻧﺔ ﻋﻨﺪ ﻭاﻟﺪﻳﻪ ﻭﻗﻠﺒﻪ اﻟﻄﺎﻫﺮ ﺟﻮﻫﺮﺓ ﻧﻔﻴﺴﺔ ﺳﺎﺫﺟﺔ ﺧﺎﻟﻴﺔ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻧﻘﺶ ﻭﺻﻮﺭﺓ ﻭﻫﻮ ﻗﺎﺑﻞ ﻟﻜﻞ ﻣﺎ ﻧﻘﺶ ﻭﻣﺎﺋﻞ ﺇﻟﻰ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﻤﺎﻝ ﺑﻪ ﺇﻟﻴﻪ

Bagaimana cara yang benar dalam merawat anak sejak mulai lahirnya, bagaimana cara mendidik dan cara menjadikannya anak yg berakhlak baik?

Cara dalam merawat dan mermendidik anak, adalah perkara yang sangat penting untuk diperhatikan, sebab anak adalah amanat (titipan, keprcayaan, tanggungjawab) bagi orang tua. Hati anak yg masih suci adalah suatu yang sangat berharga yg masih kosong dari ukiran dan gambar. Ia bisa diukir apa saja dan akan tertarik kepada apa saja yg diukir di sana. 

ﻓﺈﻥ ﻋﻮﺩ اﻟﺨﻴﺮ ﻭﻋﻠﻤﻪ ﻧﺸﺄ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻌﺪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻵﺧﺮﺓ ﻭﺷﺎﺭﻛﻪ ﻓﻲ ﺛﻮاﺑﻪ ﺃﺑﻮﻩ ﻭﻛﻞ ﻣﻌﻠﻢ ﻟﻪ ﻭﻣﺆﺩﺏ ﻭﺇﻥ ﻋﻮﺩ اﻟﺸﺮ ﻭﺃﻫﻤﻞ ﺇﻫﻤﺎﻝ اﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﺷﻘﻲ ﻭﻫﻠﻚ ﻭﻛﺎﻥ اﻟﻮﺯﺭ ﻓﻲ ﺭﻗﺒﺔ اﻟﻘﻴﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻭاﻟﻮاﻟﻲ ﻟﻪ

Jika anak dibiasakan dengan kebaikan dan diajarkan kebaikan pasti ia akan tumbuh menjadi sosok yg baik dan sukses dunia sampai akhirat. Pahala kebaikan anak akan diterima pula oleh orang tua dan semua guru yg mengajarinya.

Jika anak terbiasa dengan keburukan, dan orang tua membiarkannya bebas sebagaimana bebasnya binatang, pasti dia akan celaka dunia akhirat. Dosa dosanya menjadi tanggungan orang yang merawatnya, (yaitu orang tua dan guru)
ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ {ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮا ﻗﻮا ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺃﻫﻠﻴﻜﻢ ﻧﺎﺭا}


Dalam Alquran :
"Wahai orang yg beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka"

ﻭﻣﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ اﻷﺏ ﻳﺼﻮﻧﻪ ﻋﻦ ﻧﺎﺭ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﺒﺄﻥ ﻳﺼﻮﻧﻪ ﻋﻦ ﻧﺎﺭ اﻵﺧﺮﺓ ﺃﻭﻟﻰ
Jika orang tua selalu menjaga anak dari terkena panasnya api dunia, maka menjaga anak dari api akhirat tentu lebih penting. Bagaimana merawat anak yg benar saya rasa sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan oleh setiap orang tua. Paparan Imam Alghozali yg luar biasa, beda dengan teori parenting modern pada umumnya, akan kita rinci pada materi kedua dan seterusnya. Insyaallah

*Materi Kedua*

ﻭﺻﻴﺎﻧﺘﻪ ﺑﺄﻥ ﻳﺆﺩﺑﻪ ﻭﻳﻬﺬﺑﻪ ﻭﻳﻌﻠﻤﻪ ﻣﺤﺎﺳﻦ اﻷﺧﻼﻕ ﻭﻳﺤﻔﻈﻪ ﻣﻦ اﻟﻘﺮﻧﺎء اﻟﺴﻮء
Hal yang paling penting dalam merawat anak adala harus menjaganya, dengan cara :
  1. Mendidik
  2. Mengajarkan akhlak akhlak yg baik
  3. Menjaganya dari teman buruk
ﻭﻻ ﻳﻌﻮﺩﻩ اﻟﺘﻨﻌﻢ ﻭﻻ ﻳﺤﺒﺐ ﺇﻟﻴﻪ اﻟﺰﻳﻨﺔ ﻭاﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻓﻴﻀﻴﻊ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻲ ﻃﻠﺒﻬﺎ ﺇﺫا ﻛﺒﺮ ﻓﻴﻬﻠﻚ ﻫﻼﻙ اﻷﺑﺪ

Tidak boleh anak dibiasakan hidup enak, nyaman, dan tidak boleh anak dibiarkan suka berhias diri, berdandan, dan menyukai rofahiyah (fasilitas serba cukup, mewah, mahal).
Anak kecil yg terbiasa berhias dan hidup serba wah, ia akan dewasa menjadi pemburu harta yg akan menyianyiakan seluruh umurnya hanya untuk mengejar kemewahan. Dia akan celaka selama lamanya.

Note : Betapa langkanya untuk saat ini orang tua yg melatih anaknya hidup sederhana. Kebanyakan orang tua lebih suka memanjakan anak dengan memberikan semua keinginannya walaupun harus berhutang.

Anak yg terbiasa berkecukupan, kelak dewasa tidak akan bisa menjadi pribadi yg qonaah. Tidak akan pernah bersyukur. Apalagi jika kelak ia menjadi istri yg kebetulan suaminya tidak sekaya orang tuanya.


*Materi Ketiga*

Merawat sejak lahir

ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺮاﻗﺒﻪ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺃﻣﺮﻩ ﻓﻼ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺣﻀﺎﻧﺘﻪ ﻭﺇﺭﺿﺎﻋﻪ ﺇﻻ اﻣﺮﺃﺓ ﻣﺘﺪﻳﻨﺔ ﺗﺄﻛﻞ اﻟﺤﻼﻝ

Yang pertama kali harus diperhatikan sejak lahir adalah asupan makanannya. Jangan biarkan bayi dirawat dan disusui kecuali oleh wanita yg agamanya benar benar baik. Wanita yang hanya makan dari uang halal.

ﻓﺈﻥ اﻟﻠﺒﻦ اﻟﺤﺎﺻﻞ ﻣﻦ اﻟﺤﺮاﻡ ﻻ ﺑﺮﻛﺔ ﻓﻴﻪ ﻓﺈﺫا ﻭﻗﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﺸﻮ اﻟﺼﺒﻲ اﻧﻌﺠﻨﺖ ﻃﻴﻨﺘﻪ ﻣﻦ اﻟﺨﺒﻴﺚ ﻓﻴﻤﻴﻞ ﻃﺒﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ الخبائث

Air susu ibu, yg diproduksi tubuh, dari makanan haram tidak akan mengandung berkah. Jika anak meminum air susu yg tidak berkah maka darah daging bayi akan tumbuh besar degan bahan yg buruk. Akibatnya watak atau tabiat anak ini akan selalu tertarik kepada perkara yg buruk dan benci kebaikan.

Note : Ini berlaku juga setelah tidak minun ASI. Semua makanan yg diberikan ke anak pastikan diperoleh dengan cara yg halal dan baik. Rizki yg syubhat apalagi yang haram akan tumbuh juga menjadi daging yg buruk. Bagaimana mungkin anak ini bisa diajak melakukan kebaikan sedangkan seluruh tubuhnya adalah keburukan. Ibarat air dan minyak, diaduk pun akan tetap kembali mengelompok sesuai jenisnya. Maka tidak heran ada anak yg mondok ngaji setiap hari selama sepuluh tahun tapi tetap lebih suka bergerombol dengan anak anak nakal dengan aktifitas kemaksiatan, pulang pun seolah tak ada bekas ilmu atau akhlak di hatinya.

*Materi Keempat*

ﻭﻣﻬﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻓﻴﻪ ﻣﺨﺎﻳﻞ اﻟﺘﻤﻴﻴﺰ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺤﺴﻦ ﻣﺮاﻗﺒﺘﻪ

Saat menginjak usia tamyiz (5 tahun), orang tua harus lebih jeli memperhatikan atau mengawasi anak. 

ﻭﺃﻭﻝ ﺫﻟﻚ ﻇﻬﻮﺭ ﺃﻭاﺋﻞ اﻟﺤﻴﺎء ﻓﺈﻧﻪ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻳﺤﺘﺸﻢ ﻭﻳﺴﺘﺤﻲ ﻭﻳﺘﺮﻙ ﺑﻌﺾ اﻷﻓﻌﺎﻝ ﻓﻠﻴﺲ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ ﻹﺷﺮاﻕ ﻧﻮﺭ اﻟﻌﻘﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺮﻯ ﺑﻌﺾ اﻷﺷﻴﺎء ﻗﺒﻴﺤﺎ ﻭﻣﺨﺎﻟﻔﺎ ﻟﻠﺒﻌﺾ ﻓﺼﺎﺭ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﻣﻦ ﺷﻲء ﺩﻭﻥ ﺷﻲء

Pertama tama akan muncul sifat sifat pemalu pada anak. Jika anak tiba tiba punya rasa malu hingga ia tidak mau melakukan perbuatan tertentu, itu adalah tanda akal anak mulai bersinar memancarkan nur. Nur ini yg membiat anak bisa membedakan mana perbuatan yg pantas dilakukan dan mana perbuatan buruk yg tidak sesuai fitrah. Ia mulai malu melakukan perbuatan tertentu bukan semua perbuatan.

ﻭﻫﺬﻩ ﻫﺪﻳﺔ ﻣﻦ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺑﺸﺎﺭﺓ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ اﻋﺘﺪاﻝ اﻷﺧﻼﻕ ﻭﺻﻔﺎء اﻟﻘﻠﺐ ﻭﻫﻮ ﻣﺒﺸﺮ ﺑﻜﻤﺎﻝ اﻟﻌﻘﻞ ﻋﻨﺪ اﻟﺒﻠﻮﻍ

Ini adalah hadiah dari Allah dan kabar gembira yg menunjukka anak memiliki akhlak yg baik, hati yang bening, dan kelak setelah baligh akalnya pasti sempurna. (Tidak setiap anak mendapatkan keistimewaan ini)

Note : Beberapa orang tua justru tidak menyukai anak yg pemalu. Mereka memaksa dan melatih anak untuk "kendel, waninan" nylonong di keramaian tanpa malu malu. Ini orang tua tanpa sadar telah mematikan potensi utama yg bisa dijadikan modal untuk mendidik anak. Kita lihat anak anak nakal yg susah diatur, sebenarnya berawal dari sikap "randuwe isin" dan "raduwe wedhi”.
                     

*Materi Kelima*

ﻓﺎﻟﺼﺒﻲ اﻟﻤﺴﺘﺤﻲ ﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻬﻤﻞ ﺑﻞ ﻳﺴﺘﻌﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﺄﺩﻳﺒﻪ ﺑﺤﻴﺎﺋﻪ ﺃﻭ ﺗﻤﻴﻴﺰﻩ

Jika anak kita termasuk anak yg pemalu, seperti yg dijelaskan pada materi keempat, maka jangan sia siakan potensi istimewa ini. Sifat malu anak dapat dijadikan modal utama dalam mendidik anak.

ﻭﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﻐﻠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﺼﻔﺎﺕ ﺷﺮﻩ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺆﺩﺏ ﻓﻴﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺄﺧﺬ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﺇﻻ ﺑﻴﻤﻴﻨﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺃﺧﺬﻩ ﻭﺃﻥ ﻳﺄﻛﻞ ﻣﻤﺎ ﻳﻠﻴﻪ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺒﺎﺩﺭ ﺇﻟﻰ اﻟﻄﻌﺎﻡ ﻗﺒﻞ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺤﺪﻕ اﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﻳﺄﻛﻞ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺴﺮﻉ ﻓﻲ اﻷﻛﻞ ﻭﺃﻥ ﻳﺠﻴﺪ اﻟﻤﻀﻎ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻮاﻟﻲ ﺑﻴﻦ اﻟﻠﻘﻢ ﻭﻻ ﻳﻠﻄﺦ ﻳﺪﻩ ﻭﻻ ﺛﻮﺑﻪ

Tabiat anak yg melekat sejak lahir adalah suka makan. Maka didiklahlah anak mulai dari cara makan. Tidak boleh mengambil makanan kecuali dengan tangan kanan, Harus dituntun sampai terbiasa membaca basmalah ketika mengambil makanan. Mengambil makanan yg terdekat dengannya. Tidak boleh memulai makan mendahului orang lain. Tidak boleh memandang tajam pada makanan dan orang yg sedang makan. Tidak boleh terlalu cepat ketika makan, Mengunyah dengan baik (ora molo molo, ora kesusu, dll), Mengatur tempo jarak antara suapan satu dengan yg lain, Tidak belepotan makanan di tangan dan pakaiannya.

Note : Pendidikan adab semacam ini lah yg harus lebih dipentingkan oleh orang tua dari pada mengajarinya membaca menulis dan berhitung. Ilmu pengetahuan bisa dikejar di usia dewasa namun adab yg terlanjur buruk akan menjadi karakter yg sulit dibenahi setelah dewasa. Teori pendidikan bahkan melarang anak belajar calistung (baca tulis hitung) sebelum usia SD.

Waallahu A'lamu

Semoga Bermanfaat. Dicopi dari Gus Najih Darul Istiqomah Bojonegoro._kang yanu_.

*ikuti terus kajian Ngaji Kitab Pesantren di;*.

Komentar