Di Balik Sikap 'Tegas' Seorang Ayah


“Ndag usah sekolah Kamu hari ini! Kamu di rumah saja! Kamu, ndag pernah perduli sama omongan Ayah!” Teriak Ayah
“Tapi, Aku hari ini ada jadwal renang, Yah.. “ Pinta Sang Anak
“Ndag Usah renang-renangan! Kamu di rumah saja!” Kata Ayah
“Yah, Anak e mau renang, kok ndag di bolehin tho? Hari ini, memang jadwalnya renang dia” Kata Ibu
“Yah, maaf. Aku tahu, aku salah, aku minta maaf” Pinta Sang Anak kembali
“Ndag tak terima maafmu, sudah kamu di rumah saja hari ini. Ndag usah renang-renang’an. Kamu, bangun tidur, yang kamu cari apa? HAPE ‘kan? Kamu, terlalu sibuk dengan HAPE, sampe lupa bantu Ibumu. Ayah kerja buat siapa? Buat Kamu, nduk! Kamu, lebih mentingin HAPE dibanding bantu Ibumu“. Kata Ayah.
“Sudah tho Yah, namanya juga anak e sek kecil. Sudah, Sudah. “ Kata Ibu sembari membujuk Ayah
“Ayah bersikap begini, biar dia tahu. Sekali-sekali, perlu di kasih hukuman” Kata Ayah.

~Si anak masih saja menangis…


`Gebang Kidul, Surabaya`




*** 
Tahukah kamu?
Kenapa Ayah sampai semarah itu? Ayah bersikap Tegas sama anaknya, terutama kepada anak perempuannya?
.
.
.
Ayah hanya ingin, Anaknya bisa mengatur waktu. Anaknya bisa mengemban tugas dan kewajiban dengan baik, tidak hanya bermain dengan “Gadget” melainkan tahu waktu saat kapan Ia bermain dengan “Gadget”-nya, saat kapan Ia membantu OrangTuanya, saat kapan Ia mengerjakan tugas sekolahnya. Jika Ia bisa mengatur waktunya dengan baik, tentu Ayah tidak akan semarah itu. Yakinlah, Ayah bersikap Tegas karena ingin kamu bersikap benar, bukan Ia tak saying kepadamu melainkan Ia sangat sayang kepadamu. Gunakan hati untuk melihatnya, jangan hanya menggunakan pikiran saat melihat kemarahan Ayah.

^^ Jika, kamu ingin dimengerti orang lain, cobalah untuk bisa mengerti orang lain. Jangan Egois! Hidupmu, tak akan berwarna jika kamu bersikap “Egois”.

^^ Yuk! Ciptakan pelangi di kehidupan Kamu! Mulai dari sekarang jangan hidup dalam duniamu sendiri, melainkan hiduplah dalam dunia banyak orang agar hidupmu lebih berwarna!

#Janganlupabahagia
#Janganlupatersenyum
#Semangatsetiapdetik
#Berpikirpositipselalu
#Janganlupaniatbaik



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mendidik Anak dalam Kitab Ihya Ulumuddin Jilid 3 Materi 1-5